Ini Dia 6 Isyarat HRD Jika Anda Akan Lulus Intervew Kerja

Menunggu kabar dari hasil interview seakan menjadi masa yang cukup menegangkan. Anda seakan bertanya-tanya, apakah tindakan atau kalimat yang salah saat waktu interview, atau bahkan sudah lebih dari seminggu tapi kenapa masih belum ada kabar dari perusahaan. Dari beberapa rekan HRD, Kami simpulkan dengan membagi beberapa isyarat atau tanda bahwa Anda akan lulus dalam interview kerja dan dapat dijadikan tolak hasil interview kerja Anda apakah berhasil atau tidak. Berikut beberapa tanda dan ciri - cirinya :

Isyarat Tanda Ciri Ciri HRD Jika Anda Akan Lulus Intervew Kerja Diterima

1. Mereka meminta interview Kedua

Saat pewawancara akan mengundang Anda untuk ke interview tahap berikutnya, ini dapat disyaratakan bahwa selangkah lagi Anda akan mendapatkan pekerjaan tersebut. Biasanya, pewawancara tidak akan membuang waktu mereka dengan mengundang Anda ke tahap berikutnya jika tidak tertarik pada Anda. Sebaliknya jika mereka membicarakan tentang interview lebih lanjut berarti pekerjaan sudah di depan mata.


2. Mereka meminta referensi pada Anda

Isyarata positif ketika Anda meninggalkan kesan yang baik selama wawancara ialah HRD perusahaan menanyakan tentang referensi atau rekan kerja profesional yang pernah bekerja dengan Anda jika memiliki pengalaman. Alasannya karena tes psikotes dan interview yang berlangsung beberapa jam dianggap kurang cukup memberikan gambaran lengkap mengenai diri Anda, sehingga HRD merasa perlu melakukan reference check untuk bisa memilih kandidat yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan perusahaan. Reference check menjadi salah sat cara yang ddigunakan HRD untuk mengetahui kinerja pelamar, yakni dengan cara mengetahuinya dari pihak lain yang pernah bekerja sama dengan pelamar. Jika Anda bukan termasuk kandidat yang sesuai dengan kebutuhan posisi di perusahaan tersebut, biasanya HRD tidak akan menghabiskan waktunya untuk mengecek latar belakang Anda. Namun sebaiknya siapkan informasi yang spesifik, dari mulai nama, jabatan, hubungan kerja denganmu hingga nomor teleponnya jika mereka meminta referensi pada diri Anda


Mereka mempertemukan/ memperkenalkan Tim Kerja pada Anda

Ketika perekrut mengajak Anda untuk berkeliling kantor serta mengenalkan pada rekan kerjanya yang lain, hal tersebut menandakan peluang Anda untuk diterima kerja semakin besar. Kepala divisi biasanya enggan untuk memperkenalkan timnya kepada orang yang dianggap bukan menjadi bagian dari sistemnya. Momen perkenalan ini terjadi bila pada saat interview telah selesai dan mereka memperkenalkan kepada timnya.


4. Mereka bertanya “Kapan Siap Bekerja?” pada Anda

Isyarat positif interview kerja Anda berjalan sukses atau bahkan hampir dapat dipastikan akan diterima kerja ialah saat pewawancara menanyakan “Kapan Anda siap bekerja?”. Jika Anda masih bekerja, maka mereka pun akan menanyakan kapan kiranya Anda akan mengundurkan diri dari perusahaan sebelumnya dan mulai dapat bekerja dengan posisi yang baru diperusahaannya.


5. Mereka melakukan tawar menawar dan negosiasi gaji pada Anda

Membicarakan seputar gaji saat interview berlangsung menjadi salah satu tanda positif bahwa Anda akan diterima kerja. Pembincangan perihal gaji menandakan bahwa pewawancara mulai mempertimbangkan secara serius tentang diri Anda. Tapi ingat berhati-hatilah ketika Anda dihadapkan pertanyaan seputar gaji. Interview Anda bisa saja berakhir buruk jika Anda salah dalam menjawab. Biasakan untuk mencari tahu standar gaji posisi yang sedang Anda lamar tersebut.


6. Isyarat Non-Verbal

Insyarat lainnya yang bisa Anda perhatikan apakah interview kerja Anda berjalan sukses atau tidak. Perhatikan gerakan tubuh dari pewawancara, seperti bagaimana ia tersenyum, menganggukkan kepala ataupun bagaimana ia mencatat sepanjang wawancara berlangsung. Tanda-tanda tersebut dapat mengindikasikan bahwa Anda mungkin kandidat yang tepat dalam mengisi posisi yang dibutuhkan perusahaan. Ada yang patut Anda catat, bila saat pewawancara sedang mencatat jangan terlalu sering untuk melihat ke arah jam maupun mengajukan pertanyaan pada pewawancara karena akan dianggap poin negatif oleh pewawancara.