Bukan Pengalaman, Tapi Ini Poin Yang Dicari HRD Pada CV Lamaran Kerja

Sebenarnya apa yang dilakukan manager HRD (personalia) pada setiap CV dari pelamar kerja? Pertanyaan ini mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang ada pada sebagian besar para pencari kerja, mengingat mereka sangat ingin kalau permohonan lamaran kerja yang sudah diajukan pada perusahaan tersebut dapat diterima dengan baik dan mendapat respon dari perusahaan. Atas dasar itulah, tidak sedikit dari mereka berusaha memuat berbagai prestasi dan pengalamannya pada CV melamar kerja yang diharapkan bisa menarik perhatian bagian personalia, sampai-sampai pengalaman yang kurang relevan dengan bidang pekerjaan pun ikut mereka cantumkan.

Setumpuk berkas lamaran yang mampir di meja atau inbox email personalia seakan menjadi persoalan tersendiri, selain anda harus bersaing dengan kandidat lain, anda juga harus mampu membuat sesuatu yang mampu menarik perhatian dalam waktu yang singkat dibalik pekerjaan personalia yang begitu banyak. Kurang lebih hanya 30 detik yang dibutuhkan seorang manager dalam membuat keputusan tentang riwayat hidup dan rekam jejak dari resume-mu. Tak ayal jika hal ini membuat anda mesti berpikir dan membutuhkan trik menulis CV melamar kerja yang menarik.

Benarkah pengalaman menjadi “kata kunci” utama dalam sebuah CV melamar kerja yang menarik?

Tips menulis cv daftar riwayat hidup mencantumkan pengalaman kerja


Pada kenyataannya tidak semuanya benar, pengalaman memang menjadi hal penting dalam menilai sebuah CV lamaran kerja namun juga bukan menjadi hal utama ketika membuat keputusan. Meskipun pengalaman dapat menjadi penting, tapi seorang manager HRD bakal mencari kecocokan hal-hal yang menentukan seperti pada kemampuan, budaya hingga apa yang bisa membuat dirimu tampak unik dan menonjol dari kandidat lainnya

Tipsnya :
Karena anda hanya memiliki 30 detik saja agar tampak lebih mengesankan, penting kiranya jika informasi tentang anda ditempatkan di posisi yang tepat dan mudah untuk menemukan pada CV lemaran kerja. Disarankan kualifikasi sebaiknya ditulis di awal resume atau teratas. Dan ingat untuk pengalaman pekerjaan, agar urutan kronologisnya terbalik dimana pekerjaan terbaru di bagian atas atau didahulukan. Prestasi yang relevan dan berkaitan dengan bidang yang akan dikerjakan di perusahaan yang dilamar harus dicantumkan sehingga pembaca tidak mencoba untuk mencari pelamar lain karena kualifikasi dan prestasi yang anda miliki cocok dengan budaya kerja perusahaan mereka.

Agar menjadi catatan, janganlah anda terjebak pada pola pikir lama dimana sebuah CV lamaran kerja sebagai pelengkap dan sekedar syarat dokumen dalam melamar kerja. Melainkan mulailah berpikir kalau CV lamaranmu itu menjadi media komunikasi dalam berinvestasi sehingga manager personalia (HRD) mau berpikir untuk mempekerjakan dan menganggap aset potensial pada diri anda. Jadi, tunjukanlah yang menjadi kualifikasi diri menjadi kekuatan yang mudah dicari dan ditemukan pada lembar CV lamaran kerja. Bagaimana anda mampu menyajikan resume diri yang mudah dibaca sebagai presentasi tertulis pada perusahaan yang akan mempekerjakanmu yang dibuat secara rapi, singkat, jelas dan mudah dibaca.

Membuat format penulisan CV lamaran kerja bukanlah harus standar dan monoton bahkan tidak jelas maksudnya yang cuma menampilkan data-data alakadarnya. Selain desain CV lamaran kerja yang memadai tapi yang paling dianggap penting anda perlu menempatkan kualifikasi dan kemampuan diri diletakan pada posisi yang gampang dan awal dilihat. Karena hal ini akan menjadi sugesti pembaca ketika akan membuat keputusan pada lamaran kerja yang dibuat, apakah anda sebagai kandidat yang layak atau tidak layak. Jangan patah semangat, selamat mencoba dan terus berusaha ya..:)
Advertisement

0 Response to "Bukan Pengalaman, Tapi Ini Poin Yang Dicari HRD Pada CV Lamaran Kerja"

Posting Komentar